MULTIVISION : BASIRAH AL – MUTAFATTIHAH Al – IBSAR AL KHAMSI AL – MUTA’ALI
Keterbukaan Lima Penglihatan Agung yang Melampaui fisik (Lima Mata Kesadaran Transenden)
BadarAlHaq Wahidul Qahhar Bootcamp #13
Artikel #4
By
Adam Khalifatulah Qudra Hasanah
Navigator Executive
Kesemestaan Keilahian Tunggal BadarAlHaq Wahidul Qahhar
Pemerhati Energi Jati Diri, Martabat dan Kedaulatan Jati diri manusia serta Kritikus energi Spiritual – Supranatural – Supernatural
Divine Transpersonal Coach
“Mata ruhani tidak dibuka agar kau melihat dunia tak kasat mata, melainkan agar kau melihat dirimu dengan jujur.”
BadarAlHaq Scientific Wisdom
Dimulai moment BadarAlHaq Wahidul Qahhar Bootcamp #13 di tahun 2025 , untuk pertama kali diperkenalkan Multivision Bashiroh, di seluruh dunia hanya ada di BadarAlHaq Wahidul Qahhar.
Ada 19 tingkat Mata Ruhani Basirah Al Mutafattihah Al – Ibsar Al Khamsi Al – Muta’ali, Keterbukaan Lima Penglihatan Agung yang Melampaui fisik (Lima Mata Kesadaran Transenden).
Di moment Bootcamp ini dimulai dengan tingkat #1
“Multivision Spiritual Badar Al Haq Wahidul Qahhar adalah kemampuan jiwa untuk melihat realitas yang tak kasat mata melalui lima tingkatan basirah, sesuai kualitas cahaya yang memancar dari wujud seseorang dengan 5 mode penglihatan”
“Lima sistem persepsi ruhani yang mengikuti hirarki wujud
Jasad Mata Jin → Mata Batin Jasad → Malaikat → Al Muqorrobun → Haq.”
TUJUAN MEMAHAMI DUNIA TAK KASAT MATA
Bukan untuk kesaktian, bukan untuk melihat makhluk halus.
Tujuan utamanya
- mengenal diri
- memahami hakikat
- menyelaraskan jiwa dengan sumbernya
- memahami arah hidup
- membersihkan batin
- menembus ilusi dunia
- mendekat kepada Sang Wujud
TUJUAN PENYINGKAPAN DUNIA TAK KASAT MATA
Bukan untuk kesaktian, bukan untuk melihat hantu, bukan untuk keistimewaan.
Tujuan hakikinya adalah
- Mengetahui hakikat diri
- Menemukan jalan pulang kepada Allah
- Memahami pesan batin
- Menjaga diri dari kebatilan halus
- Menyempurnakan ma’rifah
- Menjadi saksi atas Cahaya-Nya
Sufi berkata:
“Barang siapa mengenal dirinya di alam batin, maka ia mengenal Tuhannya di alam lahir.”
Dalam bahasa sufi
“Alam batin adalah jembatan menuju Allah.”
Dalam islam esoterik
“Ghayb adalah pelataran ma’rifat.”
Dalam metafisika modern
“Dimensi halus adalah asal dari realitas fisik.”
Aktivasi menggunakan 2 KUNCI GANDA KEILAHIAN HAQ (berbeda dengan aktivasi mata hati nurani umum) yaitu :
(1) Titik simpul energi keilahian Basirah Al Mutafattihah Al – Ibsar Al Khamsi Al – Muta’ali
(2) Rune Keilahian Basirah Al Mutafattihah Al – Ibsar Al Khamsi Al – Muta’ali dengan daya tembus 900x
(3) 3 Penyeimbang
- Perijinan alam Al – Ibsar Al Khamsi Mata Ruhani
- Perijinan mata jiwa ilahi
- Penjaga kebatilan mata
(4) Pilar limas segi 8, Zenit dan Nadir
Apa itu PERIJINAN ALAM?
Dalam ilmu spiritual BadarAHaq Wahidul Qahhar, perijinan alam adalah:
“Izinnya alam semesta untuk menyingkapkan rahasia kepada seseorang.”
Artinya bukan alam yang memberi izin, tetapi:
- Allah mengizinkan
- alam tunduk
- tabir tersingkap
- mata batin menjadi aktif
Jika belum ada perijinan
- seseorang tidak bisa melihat hal-hal gaib
- hikmah tidak terbuka
- pesan batin tidak tertangkap
- nur tidak turun
Perijinan datang setelah
- penyucian jiwa
- kejernihan hati
- latihan zikir
- konsistensi ibadah
- pembukaan lathāif Haq , titik simpul keilahian Haq.
Apa itu AL – IBSAR AL- KHAMSI?
Dalam tradisi sufi, Al-Ibsār al-Khamsī (الإبصار الخمسي) berarti:
“Lima Penglihatan Ruhani”
atau
“Lima Mata Batin yang menyingkap hakikat di balik zahir.”
Ini adalah lima tingkat kemampuan persepsi jiwa, yang aktif ketika seseorang mendapatkan perijinan alam—yaitu restu dari Allah dan terbukanya tabir kosmik yang menutupi pandangan batin manusia.
Hubungan antara “Perijinan Alam” dan “Al-Ibsār al-Khamsī”
Mata ruhani tidak bisa dibuka sendiri.
Tidak bisa dipaksa.
Tidak bisa diambil dari guru kalau Allah belum izinkan.
Ketika perijinan turun
Basar menjadi peka
Bashirah menjadi tajam
Firasah jadi kuat
Kasyf mulai terbuka
Syuhud menjadi mungkin
Perijinan adalah seperti kunci,
sedangkan Al-Ibsār al-Khamsī adalah lima pintu.
Siapakah yang mendapatkan Hak prerogratif untuk bermohon agar diturunkannya perijinan alam tersebut ?
Mereka yang mendapatkan predikat alam sebagai “Ulul Albab / Pemelihara dan Penjaga Inti Kesadaran Kosmik Keilahian Haqqu Haq”
Ulul Albab adalah predikat alam bagi mereka yang:
- Menembus lapisan bentuk menuju inti.
- Melihat energi di balik materi.
- Mengerti rahasia di balik hukum alam.
- Menyaksikan kerja Nama-Nama Tuhan dalam setiap fenomena.
Dalam bahasa esoterik:
Ulul Albab adalah mereka yang telah sampai pada dimensi lubb, yaitu inti energi spiritual dari segala eksistensi
“Lubb” — Sari Pati Segala Energi
Kata lubb dalam “ulul albab” berarti:
inti,
kernel,
biji,
saripati,
energi terdalam dari segala sesuatu.
Sufi mengajarkan:
“Setiap wujud memiliki kulit, isi, dan inti, Yang mengetahui inti, dialah Ulul Albab.”
Dalam esoterik Islam:
Lubb = energi primordial
yang menghubungkan materi dengan Makna (al-Ma’na).
Dalam esoterik metafisika:
Lubb = Tanda getaran asal (primordial vibration)
yang menjadi blueprint eksistensi.
Fenomena ketika LIMA MATA RUHANI MULAI AKTIF
Sufi biasanya mengalami:
- Cahaya lembut di dada
- Tekanan ringan di dahi (al-‘ain al-batiniyyah)
- Intuisi yang tiba-tiba benar
- Mimpi menjadi jelas dan bermakna
- Merasakan energi orang lain
- “Pertanda” alam menjadi mudah dipahami
- Doa terasa langsung menembus langit
- Bisikan kebatilan menjadi sangat mudah dikenali
- Kadang melihat kilatan cahaya batin
Ini semua bukan sihir, tapi efek dari kesadaran yang dibersihkan.
PILAR MULTIVISION BASĪRAH
(Sistem 10 Titik Kesadaran untuk Melihat Realitas Lahir–Batin–Gaib dengan 5 Mode Penglihatan Batin: Mata jin, Mata batin jasad, Mata malaikat, Mata al-Muqarrabun, Mata Nur jati diri)
Dalam tasawuf, sistem ini disebut:
“Haykal al-Baṣīrah al-‘Asharī” (Rangka 10 Mata Batin)
Dalam metafisika Islam dikenal sebagai:
“Manzhūmah al-Ru’yā al-Mutakāthirah”, (Sistem Penglihatan Multi-Spektrum)
Dalam metafisika modern disebut, “Multivision Consciousness Architecture.”
🔺 Struktur 10 pilar
8 Pilar Limas Segitiga = 8 arah energi realitas
Zenit = Tajallī Nur (Cahaya Penyingkap dari atas)
Nadir = Tajallī Sirr (Kedalaman rahasia dari bawah)
10 pilar ini membentuk ruang kesadaran untuk multivision, yaitu kemampuan “melihat 5 dunia sekaligus”.
🌟 Penjelasan Detil 10 pilar
🔶 1. Pilar Timur (Masyriq al-Basīrah)
Arah munculnya cahaya pengetahuan (Nūr al-‘Ilm)
Metafisik sufi: pusat penyingkapan awal ilham.
Metafisik Islam: tempat terbitnya nūr al-haq dalam qalb.
Hakikat: di sini basīrah menyala pertama kali.
Fenomena: tiba-tiba “tahu tanpa belajar”.
Manfaat: penjernihan persepsi.
Fungsi: source code intuisi.
🔶 2. Pilar Barat (Maghrib al-Basīrah)
Arah tenggelamnya ego & hawa
Metafisik sufi: wilayah fana’ ego.
Metafisik Islam: tempat tenggelamnya wahm (dugaan batil).
Hakikat: pelenyapan bias.
Fenomena: tenang, jernih, tidak terjebak prasangka.
Manfaat: objektivitas batin.
Fungsi: pembersihan filter persepsi.
🔶 3. Pilar Utara (Shamāl al-Basīrah)
Arah keteguhan & penjagaan malaikat
Metafisik sufi: jalur laduniyah al-jund (tentara malaikat batin).
Metafisik Islam: penjagaan dari ghain (kegelapan sugesti).
Hakikat: stabilitas basīrah.
Fenomena: sulit diganggu sihir/energi liar.
Manfaat: proteksi otomatis.
Fungsi: firewall spiritual.
🔶 4. Pilar Selatan (Janūb al-Basīrah)
Arah kehidupan, ghairah, energi gerak
Metafisik sufi: al-harakah al-dzauqiyyah (gerak rasa ilahi).
Metafisik Islam: arah nafas & kehidupan (“Nafakh-tu fīhi”).
Hakikat: intensitas hidup batin.
Fenomena: energi meningkat, “alive from within”.
Manfaat: power kesadaran.
Fungsi: generator energi penglihatan.
🔶 5. Pilar Timur Laut (Tasyriq al-A‘lā)
Dimensi ruhani malaikat
Metafisik sufi: pintu ru’yatul-malāikah (melihat malaikat).
Metafisik Islam: wilayah ‘ālam al-malakūt.
Hakikat: penglihatan pada struktur cahaya ruh.
Fenomena: melihat pola energi non-fisik yang rapi/teratur.
Manfaat: akurasi tinggi.
Fungsi: mode angelic-vision (mata malaikat).
🔶 6. Pilar Barat Laut (Maghrib al-A‘lā)
Arah rahasia Jin Mukmin & Jund Ghaib
Metafisik sufi: jalur ru’yatul-jinn bil-ḥaqq.
Metafisik Islam: melihat entitas ghaib secara aman.
Hakikat: pengenalan struktur dimensi jin.
Fenomena: mampu melihat keberadaan non-manusia dengan jelas.
Manfaat: deteksi gangguan.
Fungsi: mode jinn-vision (mata jin).
🔶 7. Pilar Barat Daya (Maghrib al-Asfal)
Arah Jasad & energi fisik halus
Metafisik sufi: ru’yatul-bathin al-jasad.
Metafisik Islam: mushahadah struktur energi tubuh.
Hakikat: memahami getaran tubuh.
Fenomena: melihat “aura tubuh” dari dalam.
Manfaat: penyembuhan diri.
Fungsi: mode body-inner-vision.
🔶 8. Pilar Tenggara (Masyriq al-Asfal)
Arah emosi & lapisan nafs mutmainnah (“Jiwa yang Tenang” / The soul at peace)
Metafisik sufi: ru’yatul-ahwāl (melihat keadaan jiwa).
Metafisik Islam: mengenali struktur emosional dalam jiwa.
Hakikat: baca emosi secara nūrani.
Fenomena: bisa “melihat” warna perasaan seseorang.
Manfaat: kecerdasan emosional batin.
Fungsi: mode psycho-vision.
🔺 9. Pilar Zenit (Tajallī al-Nur al-‘Ulwī)
Puncak penglihatan ilahi — Nur Basīrah Mutlaq
Metafisik sufi: Ayn al-Basīrah.
Metafisik Islam: tajallī nur al-haqq.
Hakikat: penglihatan dari atas semua tingkatan.
Fenomena: kebenaran tampak utuh tanpa sisi gelap.
Manfaat: jalan hidayah.
Fungsi: mode al-Muqarrabun Vision.
🔻 10. Pilar Nadir (Tajallī al-Sirr al-Asfal)
Titik kedalaman batin — Sirr al-Haqiqah
Metafisik sufi: pintu Sirr al-Sirr.
Metafisik Islam: akses inti wujud “al-fitrah al-awwaliyyah”.
Hakikat: titik paling sunyi diri.
Fenomena: seolah “melihat dari bawah segala sesuatu”.
Manfaat: memahami akar realitas.
Fungsi: mode Nur Jati Diri Vision.
5 Mata Ruhani Basirah Al Mutafattihah Al – Ibsar Al Khamsi Al – Muta’ali
Keterbukaan Lima Penglihatan Agung yang Melampaui fisik (Lima Mata Kesadaran Transenden
1) “Ain al-Jin” (Mata Jin)
Bahasa Sufi:
Penglihatan pada spektrum rendah alam halus. Sering diidentifikasi sebagai kasyf al-ḥissī—penyingkapan inderawi ghaib.
Bahasa Mistik Islam:
Melihat makhluk dari barzakh rendah, energi astral, dan bentuk-bentuk ruhani yang dekat dengan dunia benda.
Fenomena
- Melihat bayangan, siluet, entitas gelap/abu-abu
- Melihat energi liar, residual, rumah angker, sisa-sisa sihir
- Terjadi saat nafs masih aktif atau saat seseorang sensitif bawaan
Efek spiritual
- kemampuan ini tidak dianggap tinggi, hanya kemampuan sensorik ghaib
- dalam sufi dianggap level “pintu awal”, bukan tujuan
2) “Ain al-Basirah al-Jasad” (Mata Batin Jasad)
Bahasa Sufi:
Pandangan batin tubuh yang memetakan energi, aura, getaran, dan medan batin manusia.
Bahasa Mistik Islam:
Melihat āthār al-irādah (jejak kehendak) dan anwār al-a‘māl (cahaya amal).
Fenomena
- Melihat aura tubuh
- Melihat jalur energi, penyakit psikis/emosi
- Melihat vibrasi tempat, ruang, benda
- Memahami medan energi seseorang dengan insting
Efek
- mulai memahami interaksi energi
- bisa membedakan baik–buruk dari getarannya
- tidak bisa dibohongi secara emosional
3) “Ain al-Malakiyyah” (Mata Malaikat)
Bahasa Sufi:
Penglihatan cahaya suci yang tidak terikat bentuk.
Disebut juga Ru’yat al-Anwār al-Malakiyyah.
Bahasa Mistik Islam:
Melihat frekuensi malaikat: ketertiban, kesucian, struktur cahaya.
Fenomena
- Melihat kilatan cahaya putih, emas, perak
- Melihat harmoni, teratur, rapi
- Merasakan kehadiran malaikat penjaga
- Mendengar intuisi yang sangat halus namun kuat
Efek
- hati jadi sangat tenang
- pikiran tidak bisa dimasuki hasutan setan
- energi negatif langsung terbenam
Mode ini mulai disebut penglihatan cemerlang (fath al-abṣār)
4) “Ain al-Muqarrabūn” (Mata Para Kekasih Allah)
Bahasa Sufi:
Penglihatan yang melihat hakikat, bukan bentuk.
Disebut Ru’yat al-Haqīqah.
Bahasa Mistik Islam:
Melihat “asbāb di balik asbāb”—hukum ilahi di balik kejadian.
Fenomena
- Melihat niat seseorang tanpa berbicara
- Melihat takdir kecil (qadar) di balik peristiwa
- Melihat kegelapan tersembunyi di balik wajah
- Membaca struktur sejarah batin seseorang
Efek
- tidak lagi tertipu bentuk fisik
- bisa membaca arah hidup seseorang
- intuitif sangat dalam
- mampu melihat “siapa seseorang sebenarnya”
Ini adalah mata para wali yang tersucikan (walaayah nuraniyyah).
5) “Ain an-Nūr al-Jawharī”
(Mata Nur Jati Diri / Mata Dzat Dalam)**
Ini adalah tingkat tertinggi.
Bahasa Sufi:
Disebut Ain al-Jawhar, Ain as-Sirr, atau Ain al-Baqā’.
Melihat bukan dengan mata, bukan dengan batin, tapi dengan Nur Dzat dalam diri.
Bahasa Mistik Islam:
“Penglihatan Haq dengan Haq.”
Bukan melihat makhluk, tetapi melihat ketetapan ilahi yang meliputi semuanya.
Fenomena
- Melihat struktur realitas seperti jaring cahaya
- Melihat benang takdir
- Melihat energi sebelum menjadi bentuk
- Melihat kegelapan batil “menguap” hanya dengan kehadiran Anda
- Merasakan kehendak ilahi di balik momen sekarang
Efek
- tidak ada ketakutan terhadap makhluk halus
- tidak ada penipuan batin
- kebatilan runtuh sebelum mendekat
- intuisi menyatu dengan kehendak ilahi (irādah ilahiyyah)
Ini disebut:
“Penglihatan Nurani Mutlaq” — vision of the Essential Light.
Inilah mode tertinggi dalam semua jalur sufi:
kasyf sirr al-haqq,
“penyingkapan rahasia kebenaran”
19 TINGKAT Basirah Al Mutafattihah Al – Ibsar Al Khamsi Al – Muta’ali
TINGKAT 1 — Basirah al-Fajr al-Batin
“Fajar Kesadaran Halus”
Hakikat
- Cahaya tipis bangun di Sirr.
- Kesadaran mulai memisah antara lintasan nafs dan lintasan ruh.
Kemampuan
- merasakan ‘energi’ niat sebelum muncul kata
- peningkatan kepekaan terhadap getaran lingkungan
Manfaat
pencegahan kesalahan awal; intuisi dasar.
Fenomena
mimpi signifikan, déjà vu halus.
Efek
hati lebih mudah tersentuh kebenaran.
Catatan :
- Kemampuan setiap tingkat melengkapi kemampuan yang timbul di setiap pilar 8 limas segitiga plus Zenit dan Nadir.
- Yang membedakan setiap tingkat juga kemampuan daya tembusnya, kelipatan 10x setiap tingkat (900x, 9000x, 90.000x..dstnya)
Disclaimer
Mata hati nurani adalah alamiah dalam diri, namun
- Setiap manusia tingkat daya serapnya berbeda beda
- Setiap manusia wadaq jati dirinya berbeda beda
- Setiap manusia metabolisme jati dirinya berbeda beda
- Setiap manusia mempunyai tingkat kesulitan yang berbeda beda
- Setiap manfaat dari pilar dosis fenomena dan efeknya bisa berbeda dikarenakan banyak hal, diantaranya frekuensi jati dirinya, tingkat Bulding Trustnya / membangun kepercayaan pada Allah Subhanahu wata ala.
Maka,
bisa saja setiap manusia bisa berbeda kecepatannya namun bukan tidak bisa, hanya tertunda dibanding yang lain.
_ SOP, Sistem Operating Procedure_
(1) Merupakan suatu essensial bagi setiap peserta untuk selesai dulu taubatan nasuhanya standar Spiritual Dimensi atas BadarAlHaq Wahidul Qahhar.
(2) Namun dikarenakan moment bootcamp, bagi yang belum selesai Taubatan nasuha atau belum taubatan nasuhanya, maka dilakukan
- Dirobek inti jiwanya dengan cara keilahian haq
- Dibangkitkan Hasrat Ilahi di jiwanya
- Dibangkitkan Dunia ilahi di jiwanya
- Dibangkitkan tingkat kepercayaan pada Allah Subhanu wata ala
- Dibangkitkan tingkat keyakinan pada Allah Subhanu wata ala
- Dibangkitkan pembalik keraguan, kecemasan, was – was / kawatir
(3) Baru diproses yang lainnya, seperti aktivasi titik keilahian dll.
Kebijakan infaq
Bagi yang off line, 1.5 juta, tingkat #1, tingkat #2, 2 juta
Bagi yang on line, 750rb, tingkat #1, tingkat #2, 1.5 juta.
Dead line pendaftaran peserta adalah 2 hari setelah artikel ini diluncurkan, untuk memberikan kesempatan menggali Hak akses Fatahu Haqqu Haq Mata Ruhani Basirah Al Mutafattihah Al – Ibsar Al Khamsi Al – Muta’ali.
Info & Pendaftaran
Admin (WA) : 08112289089
Eric Sikumbang 0812-511-805
Elang 0823-1044-4747
Hikmat 0822-134-47361
Fikri 0813-1518-9611
Raufin Rahim – Veritas – Lustitia – Sapientia – Potens
Life Protection Hunter
Salam Allahu Robbi
Lereng Gunung Gede, 23 Nopember 2025
0 Komentar