INTI PROGRAM RAMADHAN BADAR AL-ḤAQQ WAHIDUL QAHHĀR
INTI PROGRAM RAMADHAN
BADAR AL-ḤAQQ WAHIDUL QAHHĀR
*LIBAS AL TAQWA BADAR AL HAQ 2026 / 1447 H*
Menembus sari pati energi Ramadhan #11
(Olimpiade Martabat Jati diri Badar Al Haq)
*_Membangun insan Profesional yang berkarakter dan bermartabat Keilahian alamiah_*
Oleh
Adam Khalifatullah Haq Wahidul Qahhar
_Pemerhati Energi Jati Diri, Martabat dan Kedaulatan Jati diri manusia, Kritikus energi Spiritual – Supranatural – Supernatural_
Divine Transpersonal Coach
Artikel #3 dari #3
Assallamu alaikum warahmatulahi wabarakatuh
Salam Allahu Robbi
Sahabat artikel ini merupakan kelanjutan dari artikel #2 yaitu Pra Ramarhan yang bisa dibaca pada link berikut
https://spiritualdimensiatasbaiqullah.com/pra-ramadhan-libas-al-taqwa-badar-al-haq-2026-1447-h/
“Engkau merasa kuat dengan hartamu? Engkau merasa hebat dengan kuasamu?,
Saatnya memenangkan pertempuran melawan diri sendiri.
Karena kemenangan sejati adalah saat Egomu tersungkur dan Imanmu bertahta.
Ingatlah, kita semua hanyalah hamba di hadapan Wahidul Qahhar—Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Menundukkan segalanya.”
BadarAlHaq Scientific Wisdom
Marhaban Ya Ramadhan, insya Allah 17 / 18 Februari 2026 hari pertama puasa Bulan Ramadhan 1447 H, sehingga kita berjumpa lagi dengan kompetisi Libas Al Taqwa BadarAlHaq #7
Sahabat, tidak terasa sebentar lagi kita masuk ke bulan Ramadhan yang kita cinta bersama.
Libas Al Taqwa sejatinya adalah olimpiade Martabat Jati diri BadarAlHaq Wahidul Qahhar, merupakan series pendadaran energi Ramadhan untuk Tazkiyatun Nafs kubro, hijrah dari
(1) Calon manusia / Basyar
Manusia yang masih mempunyai racun racun jiwa, menjadi
(2) Manusia seutuhnya / Naas
Mereka yang telah terbebas dari segala racun jiwa, menuju
(3) Manusia Ilahi / Insan / Khalifatulah fil alamin.
Penghulu manusia yang bermanfaat untuk sesama dan alam.
*Energi Ramadhan adalah supplai chain energi semesta keilahian*
Sejatinya energi antar Ramadhan itu saling terkait dari sejak Ramadhan pertama kali dijalankan yaitu pada tahun kedua Hijriah tepatnya pada hari Senin, bulan Sya’ban, bukanlah berdiri sendiri, energi Ramadhan bagian dari jaringan energi jati diri Ramadhan yang saling terhubung satu sama lain.
Sahabat artikel ini adalah artikel #1 dari 3 artikel Program Ramadhan 2026 / 1447 H Badar Al Haq Wahidul Qahhar yaitu LIBAS Al TAQWA,
Artikel #1, Filosofi Program
Artikel #2, Program Pra Ramadhan
Artikel #3. Program Inti Ramadhan
*Keistimewaan Ramadhan tahun 2026 / 1447 H*
1️⃣ Jika Ramadhan tahun 2025 /1446 H, yang turun adalah sari pati Asmaul Husna, *** AS SALAM ***
Di tahun ini (2026 / 1447 H) yang hadir adalah sari pati Asmaul husna *** AL BATHINU (Yang Maha Ghaib) ****
Dan mulai tahun ini dan seterusnya dilengkapi dengan
Energi ilahi yang membentuk Limas segi 3 (plus Zenit dan Nadirnya) di kelas energi tingkat keilahian Haq.
Adapun rincian kekuatan limas segi 3 tersebut sebagai berikut :
Sudut #1
YA ALLAH AL JABBAR
“Ketika hidup runtuh dan aku tak mampu berdiri, Al-Jabbār menegakkanku tanpa bertanya.”
Sudut #2
YA ALLAH AL MUTTAKABIR
“Ketika aku berhenti membesarkan nama, Al-Mutakabbir memulihkan martabat hidup.”
Sudut #3
YA ALLAH AL QADIR
“Ketika daya manusia habis,
itulah tanda kuasa-Nya dimulai,
Al-Qadīr hadir, realitas menyesuaikan.”
Titik Zenit
YA ALLAH MALIKUL QUDUS
“Di hadapan Mālikul Quddūs,
aku bukan siapa-siapa, dan itulah keselamatanku.”
Titik Nadir
YA ALLAH AL QAHHAR
“Ketika Al-Qahhār berdiri,
ego tidak punya tempat bersembunyi, dan kebatilan gugur dengan sendirinya.”
Titik Tengahnya
YA ALLAH AL BATHINU
“Yang tersembunyi bukan Allah,
yang tertutup adalah hatimu,
Jika tak ada lagi yang bisa dipegang,
Al-Bāṭhin adalah induk pegangan.”

2️⃣ Ada 3 jenis kekuatan Keilahian Haq yang turun sebagai pelaksana di Ramadhan tahun ini yang sesuai dengan 3 tahapan besar Ramadhan, yakni :
Yang berwarna Putih Bening, Biru Bening dan Merah Bening.
3️⃣ Mulai tahun ini mulai diijinkan dilakukannya Bedah energi jiwa manusia, sebagai usaha usaha penyelamatan jiwa manusia.
Prinsip Induk:
Al-Ḥaqq Aktif → Ego runtuh → Jiwa bersih → Taqwa tegak → Taslīm sempurna.
FASE 1 — PEMURNIAN
(Hari 1–10)
Benteng Penertiban Keilahian Ḥaqq
Benteng Kesucian Keilahian Ḥaqq
1) FILOSOFI
Qiyām al-Ḥaqq wa Tanqiyah al-Nafs
Pemurnian bukan “memperbaiki citra diri”, melainkan menghentikan suplai ego.
Ketika Ḥaqq ditegakkan, ego halus kehilangan oksigen.
Musuh utama fase ini bukan dosa kasar, melainkan riya, ingin diakui, merasa lebih baik—penyakit yang paling licin.
2) MAKNA
Benteng adalah batas ilahi yang menutup habitat kebatilan:
klaim diam-diam,
pembenaran spiritual,
rasa “aku lebih”.
Kesucian berarti keselarasan dengan penilaian Allah, bukan standar sosial.
3) HAKEKAT
Qahr bi-lā Ghadhab — penertiban tanpa agresi.
Akar kebatilan dihanguskan bukan dengan amarah, tetapi dengan kehadiran kebenaran yang presisi.
Takdir negatif bawaan dinetralisir sesuai ‘adl dan ḥikmah, bukan dihapus semaunya.
4) RUANG KERJA
Qalb: menutup niat pamer, iri tersembunyi.
Nafs: memutus candu pengakuan.
‘Aql: menghentikan rasionalisasi “aku benar”.
Sirr–Khafī: membersihkan rasa “spesial”.
5) HASIL KERJA
– Ego halus runtuh tanpa drama.
– Jiwa bersih dari dorongan ingin terlihat.
– Ibadah tenang, tidak butuh saksi.
DAMPAK
– Keluarga:
konflik mereda; komunikasi jujur.
– Bisnis/Karier:
– keputusan bersih; konflik kepentingan turun.
– Permusuhan: api padam karena bahan bakar ego habis.
– Luka batin & penjara mental: cengkeraman melemah.
– Sosial & spiritual: wibawa alami, rendah hati.
FASE 2 — TEGAKKAN TAQWA
(Hari 11–20)
1) FILOSOFI
Istiqrār al-Qalb ‘alā al-Ḥaqq
Setelah dibersihkan, jiwa harus dikunci. Taqwa adalah stabilisator—menjaga agar ego tidak bangkit kembali dalam bentuk baru.
2) MAKNA
Mengunci jiwa dengan-NYA berarti memindahkan pusat kendali dari “aku” ke Allah secara konsisten, harian, operasional.
3) HAKEKAT
Ḥifẓ bi-t-Taqwā — penjagaan ilahi yang membuat pelanggaran terasa berat dan ketaatan terasa ringan.
4) RUANG KERJA
Keputusan hidup: niat → adab → akibat.
Kebiasaan: disiplin sunyi, bukan pamer.
Relasi: batas tegas tanpa keras.
5) HASIL KERJA
– Stabilitas batin.
– Reaksi impulsif menurun drastis.
– Arah hidup jelas dan konsisten.
DAMPAK
– Keluarga:
rasa aman meningkat.
– Bisnis/Karier:
– ketahanan tekanan; fokus jangka panjang.
– Permusuhan & kebencian:
berubah jadi kejelasan batas.
– Kehidupan sosial: dipercaya tanpa pencitraan.
FASE 3 — PENYERAHAN TOTAL
(Hari 21–30)
Fokus:
Pemegakan Al Haq & Taslīm Absolut
Musuh utama: klaim spiritual, euforia, “merasa sampai”.
1) FILOSOFI
Fanā’ al-Iddi‘ā’ wa Baqā’ bi-llāh
Bukan “menyatu” dalam klaim, tetapi lenyapnya kepemilikan diri.
Di sini, Lailatul Qadar bukan dicari—jiwa diselaraskan agar siap.
2) MAKNA
Taslīm adalah menyerahkan hasil, makna, dan akibat sepenuhnya kepada Allah—tanpa negosiasi.
3) HAKEKAT
Ḥaḍrat al-Ḥaqq bekerja sunyi:
tanpa euforia,
tanpa tanda-tanda spektakuler,
tanpa klaim “aku”.
4) RUANG KERJA
Sirr–Akhfā: titik nol klaim.
Waktu Qadar: sinkronisasi kehendak.
Amal: kecil tapi tepat.
5) HASIL KERJA
Harmoni total jiwa dengan-NYA.
Keputusan hidup presisi.
Damai yang tidak tergantung kondisi.
DAMPAK
– Jiwa:
hening, kuat, tidak reaktif.
Keluarga: kepemimpinan lembut.
– Bisnis/Karier:
keberkahan berkelanjutan.
– Permusuhan:
selesai tanpa perlawanan.
– Spiritual:
selamat dari euforia palsu.
RINGKASAN PAMUNGKAS
Fase 1 membersihkan habitat kebatilan.
Fase 2 mengunci jiwa dengan taqwa.
Fase 3 menyerahkan segalanya tanpa klaim.
Lanjut ke Extended artikel Libas Al Taqwa
0 Komentar