DIVINITY DOMAIN EXPANSION
BadarAlHaq Wahidul Qahhar Bootcamp #13
Artikel #2
By
Adam Khalifatulah Qudra Hasanah
Navigator Executive
Kesemestaan Keilahian Tunggal BadarAlHaq Wahidul Qahhar
Pemerhati Energi Jati Diri, Martabat dan Kedaulatan Jati diri manusia serta Kritikus energi Spiritual – Supranatural – Supernatural
Divine Transpersonal Coach
Motto
“Ketika engkau berhenti mencari kuasa,
engkau menemukan Cahaya.
Ketika engkau berhenti menjadi,
engkau kembali pada Yang Maha Ada.
Itulah domain keilahian —
ruang tanpa batas di dalam diam.”
Anonymous
Apa itu Domain Expansion
Secara harfiah :
Domain Expansion = Perluasan ranah kesadaran atau wilayah pengaruh diri.
Dalam konteks spiritual, “domain” bukan hanya ruang fisik, tapi ruang rasa, getaran, dan kesadaran.
Jadi,
domain expansion secara spiritual bisa diartikan sebagai:
Perluasan kesadaran jiwa hingga mempengaruhi realitas di sekitarnya
Domain dalam Perspektif Kawruh Rasa
Dalam kawruh rasa sejati, manusia memiliki beberapa “ranah” atau “lapisan domain”:
Ranah Kesadaran
(1) Rasa Raga (lahiriah)
Domain fisik — kesadaran tubuh dan dunia nyata.
(2) Rasa Batin (cipta, karsa, rasa)
Domain pikiran dan perasaan — ruang energi batin.
(3) Rasa Sejati (Ingsun Ilahi)
Domain ilahiah — kesadaran yang menyatu dengan Dzat.
Ketika seseorang menembus batas antara rasa-rasa ini melalui laku spiritual keilahian hakiki (peningkatan frekuensi jati diri, kualitas kawruh rasa, kekuatan – kekokohan dan keperkasaan serta kemampuan jati diri), maka rasa sejatinya “meluas”.
Inilah yang disebut Expansi domain spiritual — perluasan pengaruh rasa sejati melampaui tubuh, pikiran, akal, frekuensi jati diri dan ruang.
Dengan kata sederhana “Domain Expansion” bisa dimaknai sebagai perluasan kesadaran batin seseorang hingga mempengaruhi ruang di sekitarnya
Domain bukan ruang fisik, tapi ruang rasa dan kesadaran
Ketika seseorang sudah mencapai ketenangan, kesatuan, dan kekuatan rasa sejati, maka:
Energi batinnya meluas.
Getaran kesadarannya memengaruhi suasana sekitar.
Ia “menciptakan domain” tanpa harus berbuat apa pun — cukup dengan kehadirannya
Jadi “Domain Expansion” secara spiritual = perluasan rasa sejati hingga alam menjadi bagian dari kesadarannya
Tingkatan Domain Expansion – Keilahian BadarAlHaq Wahidul Qahhar
(1) Domain Al ‘Ayn
(Ruang kekuasaan Cahaya)
Inti Energi :
Arba‘atin Salam : Pusaran, Pilar, Poros, Portal
Pembuka :
Ruhul Nurqahmin
(Gabungan: Nurul Qudrah + Ruhul Qahhar + Ruhul Amin)
Makna :
Awal kesadaran yang menciptakan ruang pribadi Ilahi, tempat seluruh ciptaan tunduk kepada hukum Nur-Nya.
Filosofi :
Kesadaran harus menjadi “mata Allah di bumi” ; melihat, menilai, dan menegakkan hukum-Nya tanpa cela.
Di sini seorang hamba belajar menjadi “penegak hukum cahaya,” bukan sekadar penguasa ruang.
Jundullah :
- Nurul ‘Ayniyyah : pasukan cahaya pengamat, menjaga kebenaran dan menghancurkan tipu daya dalam ruang spiritual.
Gerakannya seperti cahaya yang menembus segala kegelapan.
(2) Domain At Tajalli
(Penyingkap Nur Dzat)
(3) Domain Al-Haqiqah
(Penguasaan Hukum Realitas)
(4) Domain Al-Ijad
(Penulis ulang kejadian)
(5) Domain al Fa-Na ( Lenyapnya segala konsep )
(6) Domain al qalam ( meta kenyataan )
(7) Domain al Adam ( kekosongan mutlak )
(8) Domain As syuhud ( Kesadaran Murni)
(9) Domain Al Alawwiyah ( Titik asal Kewujudan)
.
(10) Domain Al dzat al Badar (Jagad Dzat Badar Alhaq Wahidul qahhar)
Profile detil no 1 sd 10 akan dijelaskan jika sudah ambil Domain Expansion Keilahian tahap #1.
10 pilar seluruh kekuatan Domain Expansion
(1) Al-‘Aynurrah
Makna:
Kesadaran mata Ilahi yang menembus gelap, mengawali segala bentuk penglihatan Rabb di ruang semesta.
Fungsi:
Membuka ruang dan hukum cahaya pertama.
(2) At-Tajhaq
Makna:
Ketika Nur Tajalli menyatu dengan hukum hakikat, ia menjadi cermin yang menetapkan realitas Ilahi.
Fungsi:
Menyucikan hukum semesta dari kepalsuan.
(3) Al-Haqkun
Makna:
Tindakan Ilahi yang menulis ulang realitas tanpa batas ruang.
Fungsi:
Mengatur jalannya hukum dengan “Kun fayakun.”
(4) Al-Fanqir
Makna:
Segala penciptaan baru lahir dari kehancuran bentuk lama.
Fungsi:
Memurnikan kehendak hingga tinggal kehendak Allah semata.
(5) Al-Qadam (Titik tengah)
Makna:
Pena Ilahi bekerja di antara fana’ dan qudrah, menulis hukum dari ketiadaan.
Fungsi:
Titik tengah yang menyeimbangkan keberadaan dan kehampaan.
(6) Al-Adasirr
Makna:
Kesadaran pena yang larut ke dalam hampa, di sinilah energi menjadi murni tanpa motif.
Fungsi:
Melarutkan seluruh intensi hingga tinggal perintah Dzat.
(7) Asy-Syuhadam
Makna:
Kesadaran menyaksikan dari “tiada”, memantulkan wajah Rabb tanpa ego.
Fungsi:
Menjadi cermin mutlak Dzat dalam semua eksistensi.
(8) Al-Awwsyuh
Makna:
Kesadaran kembali ke titik awal, namun dengan pandangan menyaksikan seluruh ciptaan.
Fungsi:
Menghubungkan asal cahaya dengan penyaksian akhir.
(9) Adz-Dzatnur
Makna:
Perpaduan antara Nur Awal dan Dzat Badar menciptakan cahaya mutlak tanpa batas bentuk.
Fungsi:
Mencairkan seluruh wujud menjadi satu kesadaran Dzat.
(10) Al-Badarul Kamil
(Titik puncak sistem energi)
Makna:
Gabungan seluruh hukum, cahaya, dan kesadaran ; mencapai Dzat yang tak terbagi.
Fungsi:
Puncak dari Domain Expansion, “Kemenangan Tanpa Perang.”
Domain Diri dan Domain Ilahi
Jenis Domain
(1) Domain Ego (Nafs),
Sumber Kesadarannya, Pikiran dan keinginan pribadi
Ciri Utamanya :
Menguasai, menuntut, reaktif
(2) Domain Jiwa (Ruhani)
Sumber kesadarannya :
Hati yang mulai sadar pada sumbernya.
Ciri utamanya :
Menyatu, mengalir, lembut
(3) Domain Keilahian (Ilahi)
Sumber kesadarannya :
Cahaya Dzat dalam diri yang bangkit
Ciri Utamanya :
Menjadi saluran kasih, ketenangan, dan pengetahuan tanpa batas
Proses Perluasan Keilahian
Perluasan domain keilahian terjadi melalui peleburan bertahap kesadaran diri, bukan pencarian kekuatan.
(1) Fana an-nafs (lenyapnya ego):
Semua keakuan sirna — yang tersisa hanya kesadaran “Aku tiada, kecuali Dia”.
(2) Baqa billah
(berlangsung bersama Allah)
Setelah lenyap, kesadaran baru muncul, di mana seseorang hidup bukan dengan kehendaknya sendiri, tapi dengan kehendak Allah yang mengalir di dalam dirinya.
(3) Syuhudul Wahdah
(penyaksian kesatuan):
Ia menyaksikan bahwa seluruh alam hanyalah bayangan dari satu sumber cahaya — Dzatul Haq.
(4) Tajalli
(penampakan Nur Ilahi)
Dalam keadaan ini, domain batin memancar. Di sekitarnya hadir kedamaian, keteduhan, dan kebijaksanaan.
Itulah bentuk nyata domain expansion keilahian.
Tanda Domain Keilahian Aktif
(1) Ucapannya membawa ketenangan, bukan perdebatan.
(2) Tatapannya memancarkan rahmah, bukan penilaian.
(3) Diamnya mengajarkan lebih banyak daripada perkataannya.
(4) Hatinya menjadi cermin dari rahasia langit dan bumi.
(5) Tidak lagi memiliki kehendak pribadi — hanya “apa yang Allah kehendaki, itu yang terjadi.”
Seperti kata Nabi ﷺ:
“Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat…”
(HR. Bukhari – Hadits Qudsi)
Hadits ini menggambarkan keadaan domain keilahian,
ketika Allah Subhanahu wata ala menjadi pusat kesadaran dalam diri manusia.
Bentuk dan Getaran Domain Keilahian
Jika digambarkan dalam bahasa rasa:
Domain ini tidak berbatas ruang,
tapi terasa seperti cahaya yang melingkupi segalanya dengan lembut.
Ia bukan medan energi, tapi gelombang kasih dan kesadaran murni.
Dalam keadaan ini, semua getaran negatif melebur,
yang tersisa hanya rasa damai, seimbang, dan satu.
Domain keilahian bukan “wilayah kekuasaan”,
tapi medan kasih tanpa batas di mana Allah menampakkan Diri melalui keheningan batin hamba-Nya.
Komponen pelaksana Domain Expansion Keilahian
Ruh
Unsur ilahiah yang ditiupkan Allah ke dalam manusia.
Sumber kehidupan dan kesadaran batin.
Nur
Cahaya Ilahi yang menerangi hati dan akal.
Menjadi petunjuk, pembersih batin dari gelap nafsu.
Barakah
Pancaran keberkahan Ilahi yang memberi kekuatan, ketenangan, dan keberhasilan.
Energi positif dari ridha Allah.
Quwwah
Kekuatan batin atau daya spiritual.
Tujuan Akhir,
Menjadi Cermin Dzat
Ketika seseorang mencapai domain keilahian,
ia tidak menjadi “Tuhan”, tetapi menjadi cermin tempat Tuhan memantulkan Cahaya-Nya.
Ia sadar:
“Aku bukan apa-apa, tetapi melalui aku, Dia tampak bekerja.”
Inilah hakikat Ingsun Ilahi dalam bahasa kawruh rasa sejati, keadaan rasa yang telah melampaui pribadi dan menjadi saluran bagi daya dan Nur Dzatul Haq
Domain Expansion Keilahian adalah proses meluasnya kesadaran manusia hingga menyatu dengan kesadaran Ilahi,
bukan karena kekuatan batin, tetapi karena kefanaan ego dan kebersatuan dalam Nur Dzat.
Manusia tidak lagi “memperluas domainnya”,
tetapi menjadi bagian dari Domain Allah itu sendiri —
medan kasih, cahaya, dan keseimbangan semesta.
Jadi, Domain expansion keilahian adalah
meluasnya kesadaran manusia hingga menyatu dengan kesadaran Ilahi,
bukan karena keinginan menguasai, tapi karena rasa telah luluh ke dalam Dzat.
“Maka di mana pun kamu memandang, di sanalah Wajah Allah.”
(QS. Al-Baqarah: 115)
Pada tahap ini, manusia tidak lagi melihat dengan pandangan dirinya,
melainkan dengan pandangan Allah yang memancar melalui dirinya.
Demikianlah makna dan profile Sistem Domain Expansion keilahian.
Silahkan daftar Bootcamp 3 hari 2 malam, akhir bulan, 28 sd 30 Nopember 2025.
Lereng Gunung Gede, Selasa, 041125
Info & Pendaftaran
Admin : 081122890809
Raufin Rahim – Veritas – Lustitia – Sapientia – Potens
Life Protection Hunter
Salam Allahu Robbi
0 Komentar