HAUQALAH

Published by Adam Khalifatullah Qudra Hasanah on

HAUQALAH
Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāhil-‘Aliyyil-‘Aẓīm
By
Adam Khalifatulah Qudra Hasanah
Navigator Executive
Kesemestaan Keilahian Tunggal BadarAlHaq Wahidul Qahhar
_Pemerhati Energi Jati Diri, Martabat dan Kedaulatan Jati diri manusia serta Kritikus energi Spiritual – Supranatural – Supernatural_
Divine Transpersonal Coach

“Kalimat ini tidak menguatkanmu.
Ia melucuti.
Dan yang tersisa hanyalah Allah bekerja—tanpa izin egomu.”
Maha kuasa Allah dengan segala kehendaknya
BadarAlHaq Wahidul Qahhar Scientific Wisdom

NAMA – MAKNA – HAKEKAT
1️⃣ Nama Sufi (Istilah Tasawuf)
Dalam tradisi tasawuf, dzikir ini dikenal dengan beberapa nama:
Kanz al-Taslīm – Harta Penyerahan Total
Miftāḥ al-Faqr – Kunci Kefakiran Hakiki (butuh hanya pada Allah)
Isqāṭ al-Anāniyyah – Perontok “aku”
Hirz al-Qalb – Perisai Batin
Sirr al-Tawakkul – Rahasia Tawakkal Sejati
Para sufi menyebutnya dzikir yang mematahkan akar ego, bukan sekadar kalimat penguat.

2️⃣ Arti Lahiriah
“Tiada daya dan tiada kekuatan kecuali dengan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.”

3️⃣ Makna Batin (Makna Sufi)
Lā ḥawla →
Tidak ada kemampuan menghindar, mengatur, atau mengubah

wa lā quwwata →
Tidak ada tenaga, kuasa, atau kendali

illā billāh →
Kecuali oleh Allah semata

al-‘Aliyy →
Yang mengatasi segala sebab

al-‘Aẓīm →
Yang meliputi semua akibat

 Makna terdalamnya:
Segala gerak, keputusan, selamat, dan jatuh—bukan milik “aku”.

4️⃣ Hakekat (Inti Hakiki)
Hakekat dzikir ini adalah:
Pemusnahan klaim diri tanpa mematikan tanggung jawab.
Ini bukan pasrah lemah, tapi:
Ego dilepas
Amanah tetap dijalankan
Hasil dikembalikan pada Allah

Dalam tasawuf:
➡️ fanā’ al-quwwah (lenyapnya rasa kuasa diri)
➡️ baqā’ bi-llāh (bertahan dengan izin Allah)

5️⃣ Manfaat Nyata (Bukan Mistis)
 Dalam Diri
Batin lebih tenang saat terdesak
Pikiran tidak meledak saat gagal
Rasa “harus menang” meluruh
 Emosional
Cemas menurun
Marah tidak menguasai
Luka batin lebih cepat pulih

6️⃣ Fenomena Batin yang Sering Terjadi
Ini normal dan sehat, bukan hal gaib:
Diam yang dalam
Napas terasa lebih berat lalu lega
Tangis tanpa drama
Rasa lelah ego, bukan fisik
Ingin berhenti membela diri
Jika muncul ingin merasa lebih suci atau lebih kuat, itu tanda ego menyusup—bukan efek dzikirnya.

7️⃣ Dampak ke Luar Diri
 Sosial
Tidak reaktif terhadap provokasi
Tidak perlu menang debat
Lebih didengar tanpa memaksa
 Relasi
Tidak posesif
Tidak memanipulasi
Lebih jujur dan bertanggung jawab

8️⃣ Dampak pada Kehidupan
Keputusan lebih tepat waktu
Tidak nekat saat emosi
Tidak putus asa saat pintu tertutup
Rezeki mengalir tanpa ambisi membakar diri
Ini bukan janji kekayaan, tapi stabilitas hidup.

9️⃣ Dampak Kosmik (Makna Metafisik Aman)
Dalam bahasa sufi:
Selaras dengan Tadbīr Rabbānī (pengaturan Ilahi)
Tidak melawan irama takdir
Tidak memaksa kehendak pribadi
➡️ Hidup bergerak tanpa friksi batin dengan semesta.

1️⃣0️⃣ Ringkasannya (Inti Pukulan Jiwa)
Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh
bukan membuatmu kuat,
tapi membuatmu tidak perlu merasa kuat.

FILOSOFI
1️⃣ Isqāṭ al-Ḥawl wa al-Quwwah
(Penjatuhan Total Daya & Kekuatan Makhluk)

> Filosofi:
Segala kemampuan berpindah keadaan (ḥawl) dan segala kekuatan menahan hasil (quwwah) dipatahkan dari sumbernya: klaim “aku”.

> Hakikat Sufi:
Tidak ada agency pada makhluk—bahkan untuk berniat.

> Efek:
– Ego runtuh tanpa perlawanan
– Ambisi berhenti tanpa frustrasi
– Upaya berubah menjadi kepatuhan

2️⃣ Naqḍ al-Ikhtiyār
(Pembatalan Kehendak Personal)

> Filosofi:
Kehendak manusia bukan pesaing kehendak Ilahi—ia batal sejak awal.

> Hakikat Sufi:
Ikhtiar bukan pengendali, hanya wadah tajallī.

> Efek:
– Tidak reaktif saat gagal
– Tidak mabuk saat berhasil
– Keputusan lahir dari hening, bukan dorongan

3️⃣ Naql al-Markaz
(Pemindahan Pusat Kendali)

> Filosofi:
Pusat kendali dipindahkan dari nafs ke Rabb—tanpa negosiasi.

> Hakikat Sufi:
Semua peristiwa bekerja dari satu Markaz: Allah.

> Efek:
– Hidup berhenti “diatur”
– Takdir berhenti “dituntut”
– Kepasrahan aktif menggantikan kontrol

4️⃣ Fanā’ al-Quwwah
(Lenyapnya Klaim Kekuatan)

> Filosofi:
Bukan manusia yang menjadi lemah,
tetapi klaim kuat yang musnah.

> Hakikat Sufi:
Yang lenyap bukan diri, tapi ilusi daya.

> Efek:
– Keberanian tenang
– Keteguhan tanpa agresi
– Keikhlasan tanpa citra

5️⃣ Ithbāt al-Fi‘l biLlāh
(Penetapan Perbuatan Hanya oleh Allah)

> Filosofi:
Semua gerak—menang, jatuh, diam—terjadi oleh Allah, bukan “dibantu Allah”.

> Hakikat Sufi:
Fi‘l satu, pelaku satu.

> Efek:
– Tidak menyalahkan
– Tidak membanggakan
– Tidak menuntut pengakuan

6️⃣ Al-‘Aliyy al-‘Aẓīm
(Transendensi & Keagungan Mutlak)

> Filosofi:
Penutup kalimat ini mengunci seluruh makna:
Allah tidak sejajar, tidak terukur, tidak ditawar.

> Hakikat Sufi:
Tidak ada dialog kuasa; hanya ketertiban Ilahi.

> Efek:
– Klaim spiritual mati
– Superioritas palsu runtuh
– Ketaatan menjadi alamiah

7️⃣ Maqām al-Istislām al-Kāmil
(Maqam Penyerahan Total)

> Filosofi:
Ini bukan tawakkal setelah berusaha,
melainkan penyerahan sebelum “aku” bergerak.

> Hakikat Sufi:
Diam yang bekerja, bukan kerja yang ribut.

> Efek:
– Hidup terasa dijalani, bukan diperjuangkan
– Hasil diterima, apa pun bentuknya
– Hati stabil di segala keadaan

Kesimpulan Hakikat,

Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh
bukan kalimat untuk orang lemah,
melainkan palu Ilahi
yang menghancurkan ilusi kendali.
Jika diucap dan ego masih memimpin,
yang bergerak lidah, bukan hakikat.
Ingin dilanjutkan?

10 PILAR (Limas Segi-8 + Zenit & Nadir)
yang aman, jernih, dan kokoh untuk dzikir
لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيمِ
(Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāhil-‘Aliyyil-‘Aẓīm),
disusun dalam bahasa sufi & metafisika Islam—tanpa klaim berlebihan, fokus pada penjernihan batin.

ZENIT (Puncak)
1. Tawḥīd al-I‘timād
— Ketergantungan Tunggal
> Makna,
Segala sandaran berpuncak hanya pada Allah.
> Hakekat,
Lepas dari sandaran sebab.
> Fenomena,
Tenang saat sebab runtuh.
> Dampak,
Ego tidak memimpin keputusan.

2. Isqāṭ al-Ḥawl
— Runtuhnya Klaim Daya
> Makna,
“Tidak ada kemampuan milikku.”
> Hakekat,
– Mematahkan ilusi kendali.
> Fenomena,
Berhenti memaksa hasil.

3. Isqāṭ al-Quwwah
— Runtuhnya Klaim Kekuatan
> Makna,
“Tidak ada tenaga milikku.”
> Hakekat, Energi kembali pada izin-Nya.
> Fenomena,
Tidak reaktif saat tertekan.

4. Taslīm al-Amr
— Penyerahan Urusan
> Makna,
Mengembalikan hasil kepada Allah.
> Hakekat,
Ikhtiar tanpa kepemilikan.
> Fenomena,
Keputusan lebih jernih.

5. Ḥifẓ al-Qalb
— Penjagaan Hati
> Makna, Hati dijaga dari panik & sombong.
> Hakekat,
Stabilitas batin.
> Fenomena,
Emosi cepat reda.

6. Sukūn al-Nafs
— Tenang Jiwa
> Makna,
Diam aktif, bukan mati rasa.
> Hakekat,
Nafas batin tertata.
> Fenomena,
Tidur & fokus membaik.

7. Faqr Ḥaqīqī — Butuh Sejati
> Makna,
Butuh hanya kepada Allah.
> Hakekat,
Merdeka dari ketergantungan palsu.
> Fenomena,
Tidak melekat berlebihan.

8. Tawāḍu‘ Dzātī
— Rendah Hati Hakiki
> Makna,
Tiada keunggulan diri.
> Hakekat,
Hilangnya superioritas spiritual.
> Fenomena,
Relasi lebih hangat.

9. Tawakkul Muḥarrik
— Tawakkal yang Menggerakkan
> Makna,
Bergerak tanpa cemas.
> Hakekat,
Sinkron ikhtiar–pasrah.
> Fenomena,
Langkah tepat waktu.
NADIR (Titik Tengah / Akar)

10. Fanā’ al-Anāniyyah
— Luruhnya “Aku”
> Makna,
Akar ego dilepas.
> Hakekat,
Ruang bagi kehendak Ilahi.
> Fenomena,
Sunyi yang hidup (bukan hampa).

Cara Pakai Singkat (Aman)
Satu napas: tarik perlahan → ucapkan dalam hati “Lā ḥawla wa lā quwwata illā billāh” → hembuskan dengan “al-‘Aliyyil-‘Aẓīm”.
Niat: penjernihan, bukan kekuatan.

Intinya:
Zenit mengikat sandaran pada Allah,
Nadir merontokkan klaim “aku”,
delapan pilar menjaga keseimbangan hidup—tenang, bertanggung jawab, dan selaras.

CIRI KHAS ENERGI JATI DIRI
Lahaula wala quwwata illa bilahil aliyil adzhim
Kepadatan harmoni di

> 100%<
Makna
Aku berikhtiar, namun sadar: perubahan dan kekuatan bukan milikku.

Ciri khasnya manusia yang sedang tertunduk dan mengangkat tangan (berdoa)
Di dalam ruangan yang terang dan hening.

Img 20260101 Wa00354648683357654033165 1024x1024
Kepadatan 100%

> 900% <
Makna
Bukan hanya “aku tidak mampu”, tetapi aku tidak mengklaim

Bayangan manusia yang sedang tertunduk bersimpuh  sujud, energinya putih bening  melesat ke atas

Img 20260101 Wa00367975406096300791184 1024x1024
Kepadatan 900%

> 9000% <
Makna
Tidak ada yang digerakkan selain kehendak-Nya—
dan aku ridha berada di dalamnya.

Bayangan manusia yang sedang sujud mengeluarkan energi bening kemudian menghilang ngangkat ke atas.

Img 20260101 Wa00381551647582269755622 1024x1024
Kepadatan 9000%

Program ini hanya khusus bagi mereka yang telah ambil program Tenaga dalam reflek ilahi (untuk semua tingkat).

*_Investasi_*
– Dibantu percepatan Keseimbangan jiwa : Tidak ada Investasi
– Kepadatan Keseimbangan Jiwa 100%, Investasi 100rb
– Kepadatan Keseimbangan jiwa 900%, Investasi 500rb
– Kepadatan Keseimbangan jiwa 9000%, Investasi 900rb

Segera daftarkan diri Anda, menjalani hidup tahun 2026 adalah tahun  keberlimpahan ilahi.

Demikian semoga bermanfaat,
Info & Pendaftaran
Admin : 081122890809

Raufin Rahim – Veritas – Lustitia – Sapientia – Potens
Life Protection Hunter
Salam Allahu Robbi

Lereng Gunung Gede, 01 Januari 2026

Kategori: Program

0 Komentar

Tinggalkan Balasan

Avatar placeholder

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *