KONTROL KESADARAN DIRI MANUSIA vs KONTROL KESADARAN DIRI ILAHI
KONTROL KESADARAN DIRI MANUSIA vs
KONTROL KESADARAN DIRI ILAHI
By
Adam Khalifatulah Qudra Hasanah
Navigator Executive
Kesemestaan Keilahian Tunggal BadarAlHaq Wahidul Qahhar
_Pemerhati Energi Jati Diri, Martabat dan Kedaulatan Jati diri manusia serta Kritikus energi Spiritual – Supranatural – Supernatural_
Divine Transpersonal Coach
“Bukan hidup yang harus tunduk padamu, tapi kesadaranmu yang harus tunduk pada-Nya, maka di sanalah Allah mulai mengatur”
BadarAlHaq Wahidul Qahhar Scientific Wisdom
APA ITU KONTROL KESADARAN DIRI
> Definisi Umum
Kontrol kesadaran diri adalah kemampuan batin untuk menyadari, menahan, mengarahkan, dan tidak larut dalam pikiran, emosi, dorongan, dan reaksi—tanpa kehilangan kejernihan jiwa.
> Ia bukan sekadar “mengendalikan emosi”, melainkan siapa yang memegang kemudi kesadaran saat hidup bergerak <
NAMA METAFISIK
Dalam Metafisik Sufi
♡ Ḥifẓ al-Wa‘y ♡
– Penjagaan kesadaran, Tadbīr al-Qalb
– Pengelolaan hati, Qiyām al-Baṣīrah
Kesadaran yang berdiri tegak
Pada maqam tinggi: Fanā’ al-Ḥākim
Lenyanpya pengendali ego
Dalam Metafisik Islam
♡ Murāqabah♡
– Kesadaran diawasi Allah, Taqwā al-Qalb
Kewaspadaan batin, Isti‘ānatu billāh fī al-Wa‘y
> Kesadaran yang bersandar pada Allah.<
MAKNA
Kontrol kesadaran diri bermakna:
– Tidak hanyut oleh dorongan nafs
– Tidak dikendalikan reaksi spontan
– Tidak terperangkap pikiran berulang
– Tetap hadir dan sadar di setiap keadaan
– Ia adalah kesadaran yang berdiri, bukan kesadaran yang terseret.
HAKEKAT
Hakekat terdalamnya bukan menguasai diri, melainkan menempatkan kesadaran di posisi yang benar.
Dalam maqam rendah:
“Aku mengendalikan diriku.”
Dalam maqam tinggi:
> “Kesadaranku dijaga, bukan dikendalikan.”<
> Di sinilah pergeseran dari usaha ego ke penjagaan Ilahi terjadi <
CIRI KHAS ENERGI JATI DIRI
Energi Kesadaran yang Terkontrol:
– Tenang namun padat
– Stabil dan tidak meledak
– Tidak tergesa
– Tidak defensif
– Tidak perlu pembuktian
– Energi ini tidak naik karena emosi,
dan tidak jatuh karena tekanan.
FENOMENA BATIN
– Pikiran melambat
– Emosi muncul lalu reda sendiri
– Reaksi tertunda oleh kesadaran
– Keputusan lahir tanpa konflik
– Ada jarak antara “aku” dan peristiwa
> Fenomena ini sering terasa sebagai:
“Aku hadir, tapi tidak terikat.” <
DAMPAK KE DALAM DIRI
– Jiwa lebih stabil
– Emosi tidak menguasai
– Ego melembut
– Rasa aman batin meningkat
– Tidak mudah goyah oleh pujian atau hinaan
DAMPAK KE LUAR DIRI
– Komunikasi lebih tenang
– Tidak reaktif terhadap konflik
– Kehadiran terasa menenangkan
– Orang lain tidak merasa ditekan
– Konflik cenderung mereda
DAMPAK KE KEHIDUPAN
– Keputusan lebih jernih
– Masalah tidak membesar
– Hidup terasa “teratur dari dalam”
– Tidak mudah terseret drama
– Kualitas istiqamah meningkat
– Kontrol kesadaran membuat hidup tidak bebas masalah, namun bebas dari kekacauan batin.
DAMPAK KE KOSMOS (DIMENSI SPIRITUAL)
Dalam bahasa metafisik:
– Kesadaran menjadi selaras dengan irama kejadian
– Tidak melawan takdir
– Tidak memaksa hasil
– Sinkron dengan hukum sebab-akibat Ilahi
> Ini bukan kekuasaan atas kosmos,
melainkan keselarasan dengan keteraturan kosmik <
RINGKASAN HAKEKAT (SATU KALIMAT)
♡ Kontrol kesadaran diri bukan tentang menekan diri, melainkan menjaga kesadaran agar tidak dikuasai oleh apa pun selain kebenaran ♡
KONTROL KESADARAN DIRI MANUSIA
Nama Metafisik
– Tasalluth an-Nafs — dominasi nafs atas kesadaran
– Tadbīr al-Anā — pengaturan diri oleh ego
Dalam sufisme: Hijāb al-Anā (tirai “aku”)
> Makna
Upaya manusia mengendalikan pikiran, emosi, dan reaksi dengan kehendak pribadi.
> Hakekat
Kontrol ini bersifat:
– terbatas
– reaktif
– bergantung pada kondisi
– rapuh saat tekanan tinggi
– Ia bekerja dengan menahan, mengatur, atau menekan.
> Ciri Khas Energi Jati Diri
– Tegang
– Fokus sempit
– Banyak dialog batin
– Energi naik-turun
– Cepat lelah
> Fenomena
– Overthinking
– Self-talk berlebihan
– Kontrol emosi yang “dipaksakan”
– Mudah bocor saat krisis
– Ingin menguasai hasil
> Dampak ke Dalam Diri
– Stres kronis
– Konflik batin
– Lelah mental
– Ego defensif
– Takut kehilangan kendali
> Dampak ke Luar Diri
– Relasi kaku
– Mudah tersinggung
– Ingin mengontrol orang/situasi
– Resistensi dari lingkungan
> Dampak ke Kehidupan
– Hidup terasa berat
– Banyak perlawanan batin
– Keputusan emosional
– Naik turun ekstrem
> Dampak ke Kosmos (Simbolik)
– Tidak sinkron dengan alur kejadian
– Sering “melawan arus”
– Energi hidup terasa terpisah dari semesta
2. KONTROL KESADARAN DIRI ILAHI
Sebagaimana yang selalu saya sampaikan (berlaku untuk semua program BadarAlHaq Wahidul Qabbar, bahwa pengertian Ilahi disini adalah energi Ilahi sejati dimana tingkatnya ada 10, masing masing tingkat ada 19 saf, dalam moment ini di tingkat dasar, Energi Ilahi Allah Subhanahu wata ala.
Nama Metafisik
– Tadbīr Rabbānī — pengaturan oleh Tuhan
– Ḥifẓ al-Qalb bi-Raḥmah — penjagaan hati oleh rahmat
– Aslamtu amrī lillāh — penyerahan kendali kepada Allah
Dalam sufisme tinggi: Fanā’ al-Tadbīr (lenyapnya kendali ego)
> Makna
– Bukan mengendalikan diri,
tetapi membiarkan kesadaran dijaga, diarahkan, dan ditahan oleh Allah.
> Hakekat
– Tidak menekan
– Tidak mengatur hasil
– Tidak memaksa keadaan
– Kontrol terjadi tanpa usaha sadar, karena pusat kendali bukan lagi ego.
> Ciri Khas Energi Jati Diri
– Tenang
– Padat
– Hening
– Stabil
– Tidak reaktif
– Energi terasa dipegang, bukan berjuang.
> Fenomena
– Pikiran melambat
– Keputusan muncul tanpa konflik
– Reaksi emosional berkurang
– Kejernihan spontan
– Keheningan batin
> Dampak ke Dalam Diri
– Rasa aman eksistensial
– Tidak mudah goyah
– Ego melembut
– Jiwa tidak lelah
> Dampak ke Luar Diri
– Kehadiran menenangkan
– Tidak dominan
– Tidak reaktif
– Lingkungan ikut stabil
> Dampak ke Kehidupan
– Hidup terasa “mengalir”
– Masalah ada, tapi tidak menghancurkan
– Ketepatan waktu dan keputusan
– Kekuatan tanpa kekerasan
> Dampak ke Kosmos (Makna Spiritual)
– Selaras dengan irama kejadian
– Tidak melawan takdir
– Menjadi bagian dari keteraturan Ilahi
– Sinkron dengan hikmah yang lebih besar
3. PERBEDAAN INTI (SATU KALIMAT)
♡ Kontrol kesadaran manusia menahan diri agar tidak jatuh, kontrol kesadaran ilahi memegang hati agar tidak dilepas ♡
4. RINGKASAN PADAT
Aspek
> Manusia
– Pusat kendali, Ego
– Cara kerja, Mengatur
– Energi, Tegang
– Stabilitas, Fluktuatif
– Reaksi, Reaktif
– Beban batin, Berat
– Arah hidup, Mengontrol hasil
> Ilahi
– Pusat kendali, Allah
– Cara kerja, Menjaga
– Energi, Tenang
– Stabilitas, Kokoh
– Reaksi, Responsif
– Beban batin, Ringan
– Arah hidup, Menyerah pada hikmah
5. PENUTUP (HAKEKAT TERDALAM)
> Kontrol kesadaran ilahi bukan berarti pasrah lemah,
melainkan berhenti merebut kendali yang memang bukan milik kita <
> Saat kendali dilepas kepada Yang Maha Menjaga,kesadaran tidak hilang—
ia justru pulang ke tempat paling aman <
Dalam Al-Qur’an:
> “Barang siapa bertakwa kepada Allah, Dia akan menjadikan baginya jalan keluar.” <
Artinya:
➡️ realitas menyesuaikan karena keselarasan, bukan karena dominasi.
> 100% – 900% – 9000% <
1️⃣ Kepadatan Kontrol Kesadaran Ilahi 100%
Nama Tasawuf
Taqwā al-Murāqabah (kesadaran diawasi Allah)
> Makna
– Kesadaran sudah tunduk, tetapi ego masih hidup sebagai pengelola.
– Allah diakui sebagai Pemilik, namun manusia masih merasa “aku yang menjalankan”.
> Hakekat
– Kontrol diri berbasis ketaatan sadar
Kehendak pribadi masih aktif, tapi dibatasi syariat dan nurani
– Masih ada dialog batin: “aku harus benar”
> Fenomena
– Hidup lebih tertib
– Emosi lebih stabil
– Ibadah terasa menenangkan
– Masih ada konflik batin saat diuji berat
> Dampak
Dalam diri:
– Ego melemah, belum hancur
– Disiplin meningkat
> Luar diri:
– Relasi membaik
– Tidak reaktif berlebihan
> Dalam Kehidupan
– Hidup terasa “lebih baik”
– Masih ada rasa memiliki hasil

2️⃣ Kepadatan Kontrol Kesadaran Ilahi 900%
Nama Tasawuf
Taslim al-Irādah (penyerahan kehendak)
> Makna
Kesadaran tidak lagi mengatur arah, hanya menyelaraskan diri dengan kehendak Allah.
> Hakekat
– Ego berfungsi pasif
– Keputusan lahir dari ketenangan, bukan dorongan
– Tidak ada dorongan membuktikan diri
> Fenomena
– Reaksi batin lambat tapi tepat
– Konflik mereda sebelum membesar
– – Masalah diselesaikan tanpa drama
Keputusan terasa “jatuh di tempatnya”
> Dampak
Dalam diri:
– Ego tidak dominan
– Rasa aman tanpa sebab
Luar diri:
– Kehadiran menenangkan orang lain
– Tidak memicu konflik
Dalam Kehidupan
– Hidup terasa bukan milik pribadi
– Keberlimpahan datang tanpa dikejar

3️⃣ Kepadatan Kontrol Kesadaran Ilahi 9000%
Nama Tasawuf
Fanā’ al-Tadbīr → lenyapnya pengaturan diri
> Makna
– Tidak ada lagi kontrol dari kesadaran personal.
– Yang ada hanya ketertiban ilahi yang bekerja.
⚠️ Ini bukan merasa menjadi Tuhan,
melainkan tidak merasa sebagai pusat apa pun.
> Hakekat
– Ego diam total
– Kesadaran menjadi ruang kosong
– Kehendak pribadi tidak muncul
– Tidak ada klaim, tidak ada niat mengatur
> Fenomena
– Diam lebih sering daripada berbicara
– Keputusan muncul tanpa proses mental
– Tidak ingin dibenarkan
– Tidak terganggu pujian atau hinaan
– Kehadiran membawa ketertiban, bukan kekuasaan
> Dampak
Dalam diri:
– Beban hidup runtuh
– Tidak ada ketakutan eksistensial
Luar diri:
– Kebatilan melemah tanpa dilawan
– Konflik padam tanpa dihadapi
Kosmos & Kehidupan:
– Hidup mengalir tepat
– Tidak ada rasa “aku menjalani hidup”
Yang ada: kehidupan sedang berjalan

RINGKASAN INTI (Menghantam Jiwa)
100% → Aku taat pada Allah
900% → Aku tidak mengatur, Allah mengatur
9000% → Tidak ada “aku” yang perlu diatur
> Jika kesadaranmu masih ingin mengendalikan hidup, itu belum ilahi—itu ego yang sedang taat <
Program ini hanya khusus bagi mereka yang telah ambil program Tenaga dalam reflek ilahi (untuk semua tingkat).
*_Investasi_*
– Dibantu percepatan Keseimbangan jiwa : Tidak ada Investasi
– Kepadatan Keseimbangan Jiwa 100%, Investasi 100rb
– Kepadatan Keseimbangan jiwa 900%, Investasi 500rb
– Kepadatan Keseimbangan jiwa 9000%, Investasi 900rb
Segera daftarkan diri Anda, menyongsong tahun 2026 adalah tahun keberlimpahan ilahi.
Demikian semoga bermanfaat,
Info & Pendaftaran
Admin : 081122890809
Raufin Rahim – Veritas – Lustitia – Sapientia – Potens
Life Protection Hunter
Salam Allahu Robbi
Lereng Gunung Gede, 29 Desember 2025
0 Komentar